Penelitian baru menemukan bahwa protein hewani dapat menghasilkan pertumbuhan otot yang jauh lebih tinggi daripada protein nabati, hingga 54% lebih banyak, tergantung sumbernya. Protein hewani tidak hanya meningkatkan ukuran otot, tetapi juga menghasilkan peningkatan kekuatan yang lebih besar, memberikan keunggulan yang jelas dalam hal hipertrofi dan performa, terutama karena kualitasnya yang lebih tinggi, profil asam amino yang lengkap, dan bioavailabilitas yang lebih baik.
Otot manusia tidak hanya membutuhkan protein dalam jumlah besar, tetapi juga rasio asam amino esensial yang tepat, terutama leusin, yang memicu proses pembentukan otot (muscle protein synthesis).Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Nutrition menemukan bahwa protein hewani meningkatkan sintesis protein otot 25–30% lebih tinggi dibanding protein nabati dalam dosis yang sama,leusin dalam daging merah, ayam, dan ikan lebih tinggi daripada sumber nabati seperti kacang-kacangan atau tahu. Artinya, tubuh lebih “efisien” membangun otot ketika protein hewani dikonsumsi..
Studi Universitas Texas melakukan penelitian pada 90 pria aktif fisik membandingkan dua pola makan kelompok vegetarian dengan protein setara kelompok pemakan daging yang hasilnya kelompok pemakan daging mendapatkan massa otot 18% lebih banyak dalam 12 minggu program resistance training. Studi meta Analisis 2022 menganalisis lebih dari 1.800 peserta menemukan diet omnivora menghasilkan peningkatan massa otot lebih besar, meskipun kalori dan total protein disamakan karena kualitas protein, kreatin, dan karnosin yang lebih tinggi dari makanan hewani.



